Senin, 03 Juni 2013

SIMULASI DKKTI

Komponen Elektronika Komponen elektronika adalah beberapa alat elektronik yang saling berhubungan jika dipadukan dalam suatu rangkaian listrik elektronika.Komponen elektronika dibagi menjadi 2,yaitu komponen aktif dan pasif. Komponen Aktif : Komponen aktif adalah suatu komponen yang tidak perlu aliran listrik agar komponen itu aktif.Karena komponen aktif itu adalah komponen yang menghasilkan energi. Contoh komponennya adalah Sumber Arus dan Sumber Tegangan. Komponen Pasif : Komponen pasif adalah suatu komponen yang hanya akan aktif jika aliran listrik/energy yang masuk pada suatu rangkaian elektronika tersebut.Contoh komponenya adalah Resistor, Induktor, dan Kapasitor. Pengukuran menggunakan alat ukur listrik Alat ukur listrik yang saya ketahui adalah AVO meter, Ampere meter, Ohm meter, Volt meter.Ampere meter dogunakan untuk menghitung kuat arus listrik pada suatu rangkaian elektronika, Ohm meter digunakan untuk menghitung hambatan pada suatu rangkaian elektronika,dan Volt meter digunakan untuk menghitung tegangan pada suatu rangkaian elektronika. Namun,semuanya sudah dibuat lebih simple kaprena adanya AVO meter ( Ampere,Volt,Ohm meter ). Kalibrasi = Suatu proses verifikasi suatu akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya. ( sumber : Wikipedia.org ) Kalibrasii pada AVO meter pertama kali adalah kenali nama bagian dari AVO meter tersebut,antara lain : Jarum penunjuk: Digunakan untuk melihat seberapa besar energy ( tergantung dari apa yang akan kita ukur) yang masuk pada rangkaian tersebut. Cermin indicator: Cermin ini digunakan untuk menentukan titik terlurus dari alat sehingga tingkat akurasinya lebih baik. Selector Switch: Digunakan untuk memilih fungsi pengukuran serta menentukan batas dari pengukuran tersebut. Probe : Adalah kabel yang berfungsi menghubungkan objek dengan alat.Warna merah untuk positif dan warna hitam untuk negative. Zero Adjust Screw ( sekrup pengatur ) : Mengatur posisi awal dari jarum dan harus tepat di garis 0. Skala : Menunjukan nilai dari hasil pengukuran tersebut. Teorema dan Metode Penyelesaian Rangkaian Listrik Hukum Ohm Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya Rumus pada Hk. Ohm adalah V = I.R , dimana : I adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere. V adalah tegangan listrikyang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt. R adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm. Hukum Kirchoff Arus Hukum Kirchoff Arus membuktikan bahwa jumlah energy yang masuk = jumlah energy yang keluar atau ∑masuk = ∑keluar Hukum Kirchoff Tegangan Hukum Kirchoff Tegangan membuktikan bahwa jika pada suatu rangkaian tertutup, jumlah tegangan masuk dan tegangan keluar bernilai Hukum Pembagi Tegangan Pembagi tegangan digunakan untuk menyatakan tegangan yang melintasi salah satu diantara dua hambatan seri yang ada pada sebuah rangkaian elektronika. V2 = R2/(R1+R2) x V V1 = R1/(R1+R2) x V Pembagi Arus Pembagi arus digunakan untuk menyatakan arus yang melintasi salah satu diantara dua konduktansi yang disusun secara parallel dalam suatu rangkaian elektronika. Sistem bilangan Sistem bilangan yang da saat ini ada 4, yaitu bilangan Biner (2), Oktal (8), Desimal (10), dan Heksadesimal(16). Bilangan Biner terdiri dari (0,1) Oktal (1-7) Desimal (0-9) Heksadesimal (0-F) Banyak cara dalam melakukan konversi bilangan antar basis system bilang tersebut. Biner ke Desimal , dilakukan dengan menggunakan deret bilangan yang sudah ditentukan yang digunakan dalam system elektronika,yaitu 1024 ,512,256,128,64,32,16,8,4,2,1 -> cara menggunakannya adalah dengan menyusun bit-bit biner tersebut dengan aturan 1 = ada dan 0 = tidak ada ( tidak dihitung ) Biner ke Oktal, dilakukan dengan cara mengelompokan bilangan biner tersebut menjadi 3 dan sisanya ditambahkan 0 ( karena tidak akan berpengaruh ) , lalu hitung dengan menggunakan deret bilangan konversi. Biner ke Heksadesimal, dilakukan dengan cara mengelompokan bilangan biner tersebut menjadi 4 dan sisanya ditambahkan 0, lalu hitung dengan menggunakan deret bilangan konversi. Untuk dari bilangan non-Biner yang akan dikonversi ke bilangan lain (missal Oktal ke Desimal, Oktal ke Heksadesimal ) bisa dilakukan konversi terlebih dahulu ke Biner lalu diteruskan mengkonversi dari Biner ke bilangan yang dimaksud. Gerbang Logika Gerbang logika adalahsebuah sistem pemprosesan dasar yang memproses input berupa bilangan biner (0/1) menjadi output yang berkondisi yang akan digunakan dalam proses selanjutnya. Gerbang AND Gerbang OR Gerbang NOT Gerbang NAND Gerbang NOR Gerbang X-OR Gerbang X-NOR Rangkaian Gerbang Logika Rangkaian gerbang logika adalah suatu hubungan yang terjadi antar gerbang logika pada suatu rangkaian listrik,yang dimana nilai dari inputan dan keluaran sangat penting sesuai dengan fungsi dari gerbang logika yang digunakan. Sebenarnya sudah dijelaskan dari beberapa contoh gerbang logika diatas beserta fungsi dan table kebenarannya. Namun, disini saya akan memberikan contoh dari suatu rangkaian gerbang logika. Flip Flop “ Flip-flop adalah rangkaian digital yang digunakan untuk menyimpan satu bit secara semi permanen sampai ada suatu perintah untuk menghapus atau mengganti isi dari bit yang disimpan. Prinsip dasar dari flip-flop adalah suatu komponen elektronika dasar seperti transistor, resistor dan dioda yang di rangkai menjadi suatu gerbang logika yang dapat bekerja secara sekuensial

Tidak ada komentar:

Posting Komentar